Jumat, 11 November 2016
UNTUK
HASILKAN KASCING DARI SAMPAH PERKOTAAN JADIKAN CACING SEBAGAI STARTER
Tidak
hanya itu, tempat pembuangan sampah juga menjadi problem lingkungan,
sehingga sering ada penolakan seperti yang terjadi penghadangan Truk Sampah DKI
Jakarta oleh warga di Jalan Transyogi, Cielengsi beberapa waktu lalu,akibatnya 5000 ton sampah tak
bisa dibuang di tempat pembuangan Sampah di Bantar Gebang, Bekasi.
Jumlah
sampah memang harus dikendalikan dan masing-masing rumah tangga sesungguhnya
bisa mengendalikan jumlah sampah. Salah satu mengendalikan sampah adalah dengan
vermikompos. Ada dua keuntungan yang
dicapai yakni mengendalikan problem sampah dan yang kedua penyediaan pupuk
berkualitas tinggi. Bagaimana caranya ? cacing yang nantinya untuk mengurai
sampah sengaja kita pelihara layaknya hewan piaraan lain. Fungsi cacing adalah
untuk memakan sisa sampah yang kita miliki seperti keping-keping kulit buah,
apel dan buah lain. Cuma kalau sampah berasal dari kulit jeruk kita perlu mengeringkannya terlebih dahulu agar cacing
tidak mati. Di Los Angeles karyawan kota
telah membuat wadah sampah dari plastik
untuk mendaur sisa makanan yang terbuang.
Sudah
saatnya sampah yang menggunung segera kita atasi dengan vermikompos. bagaimana memulainya ? pertama-tama Kita pilah sampah yang menggunung, kita
pisahkan yang organik dan unorganik. Bahan dari plastik dapat kita jadikan biji
plastik, dan bisa jadi bisnis yang menggiurkan. Sementara pada tumpukan limbah
organiknya kita masukkan cacing yang sengaja kita pelihara. Jadi cacing tanah tak ubahnya sebagai starter
pengurai sampah.
Dengan
vermi kompos kita dapat mengurai sekitar 50 persen produk sampah setiap
harinya. Jika tiap rumah tangga bisa
melakukannya, tentu akan mengurangi sampah secara signifikan.
Tentu
saja vermikompos hanyalah alternatif pengelolaan limbah padat berupa
sampah. Dalam hal ini vermikompos tidak
berbeda jauh dengan mekanisme alamiah, yang merupakan tantangan teknologi
pengelolaan limbah. Kita berharap, kedepannya sampah tidak lagi menjadi problem
lingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)