Jumat, 11 November 2016

UNTUK HASILKAN KASCING DARI SAMPAH PERKOTAAN JADIKAN CACING SEBAGAI STARTER

 



sampah merupakan problem perkotaan yang semakin hari tidak semakin ringan. Bahkan sampah sudah menjadi problem. Hingga tahun 2019 diperkirakan sampah akan mencapai 671 juta ton perhari. Di  Jakarta sendiri produksi sampah mencapai 6000 ton per hari, akibanya Pemerintah Daerah harus mengeluarkan dana milyaran untuk biaya pengolahan sampah (Tapping Fee) dan juga untuk biaya sosial warga di sekitar TPST.

 

Tidak hanya itu, tempat pembuangan sampah juga menjadi problem lingkungan, sehingga sering ada penolakan seperti yang terjadi penghadangan Truk Sampah DKI Jakarta oleh warga di Jalan Transyogi, Cielengsi beberapa waktu lalu,akibatnya 5000 ton sampah tak bisa dibuang di tempat pembuangan Sampah di Bantar Gebang, Bekasi.

 

Jumlah sampah memang harus dikendalikan dan masing-masing rumah tangga sesungguhnya bisa mengendalikan jumlah sampah. Salah satu mengendalikan sampah adalah dengan vermikompos.  Ada dua keuntungan yang dicapai yakni mengendalikan problem sampah dan yang kedua penyediaan pupuk berkualitas tinggi. Bagaimana caranya ? cacing yang nantinya untuk mengurai sampah sengaja kita pelihara layaknya hewan piaraan lain. Fungsi cacing adalah untuk memakan sisa sampah yang kita miliki seperti keping-keping kulit buah, apel dan buah lain. Cuma kalau sampah berasal dari kulit jeruk kita perlu mengeringkannya terlebih dahulu agar cacing tidak mati.  Di Los Angeles karyawan kota telah membuat wadah sampah dari plastik  untuk mendaur sisa makanan yang terbuang.

 

Sudah saatnya sampah yang menggunung segera kita atasi dengan vermikompos.  bagaimana memulainya ? pertama-tama Kita pilah sampah yang menggunung, kita pisahkan yang organik dan unorganik. Bahan dari plastik dapat kita jadikan biji plastik, dan bisa jadi bisnis yang menggiurkan. Sementara pada tumpukan limbah organiknya kita masukkan cacing yang sengaja kita pelihara.  Jadi cacing tanah tak ubahnya sebagai starter pengurai sampah.

 

Dengan vermi kompos kita dapat mengurai sekitar 50 persen produk sampah setiap harinya.  Jika tiap rumah tangga bisa melakukannya, tentu akan mengurangi sampah secara signifikan.

 

Tentu saja vermikompos hanyalah alternatif pengelolaan limbah padat berupa sampah.  Dalam hal ini vermikompos tidak berbeda jauh dengan mekanisme alamiah, yang merupakan tantangan teknologi pengelolaan limbah. Kita berharap, kedepannya sampah tidak lagi menjadi problem lingkungan.